Jumat, 29 November 2013

PERADABAN MASYARAKAT ROMAWI / THE ROMAN CIVILIZATION



 
JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
 
A.    LATAR BELAKANG
Peradaban merupakan sebuah kebudayaan yang telah mengalami kemajuan dalam berbagai bidang di antaranya dalam bidang perekonimian, sistem dan teknologi. Sebuah peradaban biasanya tidak terlepas dari bidang keagamaan yang kebanyakan menjadi corak sebuah peradaban namun tidak seperti bidang lainya, keagamaan umumnya tidak mengalami perubahan secara signifikan, karena itu merupakan keyakinan ala hati setiap manusia yang terkait dalam peradaban tertentu.
Dalam siklus lingkaran pada umumnya, sebuah peradaban akan mengalami masa kemunculan, perkembangan dan kehancuran dan kemudian digantikan oleh peradaban lain  ialah  Romawi merupakan sebuah kota yang selalu di sandingkan dengan Yunani, yang mempunyai hubungan erat antara kedua kota ini. Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Romawi masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. 
            Kota Romawi yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Romawi yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa, seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani.
Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.
 
 
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Dimana letak Romawi ?
2.      Bagaimana sistem Pemerintahannya?
3.      Bagaimana sistem perekonomianya ?
4.      Bagaimana sistem kebudayaan masyarakatnya ?
5.      Bagaimana sistem pendidikanya ?
6.      Bagaimana sistem kepercayaannya?
7.      Apa saja peninggalan Budaya Romawi?

BAB II
PEMBAHASAN
  
A.        LETAK GEOGRAFIS ROMAWI
            Romawi terletak di Semenanjung Alpenina (sekarang Italia). Batas – batasnya adalah di sebelah utara adalah Pegunungan Alpen, dan di timur adalah Laut Adriatik dan Laut Ionia, sedangkan di selatan adalah Laut Sicilia,  serta di barat adalah Laut Tirenia serta Laut Liguri.
           Dari segi geografis, Romawi merupakan daerah yang strategi di kawasan laut tengah, yang memungkinkan lahirnya perdagangan di daerah ini. Saat akan berdagang mereka menggunakan peta yang di gambarkan di gulungan kertas (Graham :2002 :19). Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai lahan pertanian (Moniarti :2002 : 37).  Oleh karena itu, Bangsa Romawi hidup dari bercocok tanam menghasilkan gandum, jagung, anggur, dll. Di pegunungan Alpenina juga ditemukan berbagai tambang mineral.Karena letak Romawi yang di kelilingi Lautan dan gunung juga menghindari serbuan dari bangsa lain.
           Menurut mitos, Romawi kuno didirikan oleh 2 saudara keturunan Aenas dari Yunani yaitu,  Remmus dan Romulus pada abad 8 SM ditepi sungai tiber.  Peradaban Romawi Kuno Banyak mendapat pengaruh dari Yunani Kuno baik dalam bidang seni, sastra, filsafat, maupun budaya, seperti tradisi Etruscan yang seperti alfabet yang dipelajari dari peradaban yunani, kemudian bangsa roma mengembangkannya menjadi alfabet yang dikenal sekarang
 
B.          SISTEM PEMERINTAHAN ROMAWI
            Secara garis besar sejarah Romawi kuno dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.      Periode Kerajaan (750-510 SM) yaitu Zaman ketika seorang raja didampingi oleh senate (wakil dari para suku di sekitar Roma).
            Pada mulanya Romawi berbentuk kerajaan (Monarkhi)dengan rajanya yang pertama adalah Romulus. Raja-raja Romawi ini berasal dari keturunan pendatang yaitu bangsa Etruska yang memerintah penduduk asli sebelumnya yaitu suku bangsa Latin. Meskipun di bidang ekonomi kerajaan Roma mengalami perkembangan namun bangsa Latin merasa tidak senang terhadap penguasa asing yang mengenakan undang-undang militer kepada mereka. Terjadilah pemberontakan penduduk Roma yang berhasil menggulingkan raja Tarquin yang sombong sebagai raja terakhir Romawi pada tahun 509 SM dipimpin oleh Lucius Junius Brutus.
 
2.      Periode Republik (510-31 SM) yaitu Zaman Ketika Roma tumbuh dari negara kota kecil menjadi republik yang luas.
Ketika Republik Romawi pertama kali didirkan pada 500 SM, raja diganti oleh dua orang yang disebut konsul, sedangkan senat tetap ada. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi konsul. Provinsi di Republik Romawi dikelola oleh mantan konsul dan praetor, yang dipilih untuk masa jabatan satu tahun dan memperoleh imperium, "hak memimpin" (Clifford :2010 :179)
Kedua konsul memegang kendali atas pasukan, berhak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak, dan membuat hukum. Suatu keputusan harus disetujui oleh kedua konsul, jika salah seorang mengatakan “veto” (aku tolak), maka keputusan tidak jadi dilaksanakan. Konsul dibantu oleh senat sebagai dewan penasihat. Senat terdiri dari keluarga-keluarga kaya di Romawi.
Disamping itu ada majelis permusyawaratan rakyat, yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil bangsawan dan rakyat jelata, akan tetapi tidak besarlah kekuatan majelis itu, oleh karena di antara golongan rakyat jelata itu banyak yang kaya dan maju, mereka meminta hak-hak yang lebih luas. Ketika permintaan ditolak golongan rakyat jelata bersiap-siap meninggalkan kota Romawi untuk mendidrikan kota baru. Goongan bangsawan yang takut akan mundurnya kota roma bila ditinggalkan oeh rakyat jelata terpaksa memberi hak-hak pada mereka (Wirjosuparto :1956 :106)
Perempuan tidak diperbolehkan menjadi anggota senat. Jabatan senator (anggota senat) merupakan jabatan seumur hidup. Kebanyakan konsul pada akhirnya bergabung dengan senat, dan kebanyakan senator memiliki ayah atau kakek yang dulunya juga menjabat di senat. Para konsul sering melaksanakan apa yang diusulkan oleh senat. Ada juga prefek di Romawi, mereka bertugas mengurusi kota, beberapa mengadili kasus, beberapa yang lainnya mengatur pasar atau pelabuhan. Selain itu, ada Tribunus, yaitu orang-orang di senat yang mewakili rakyat miskin. Tribunus dipilih oleh Majelis.
Tribunus berhak memveto keputusan senat yang berkenaan dengan rakyat miskin. Sementara Majelis adalah kumpulan yang terdiri dari para pria dewasa dan merdeka di Romawi. Mereka berhak memberikan suara jika dimintai oleh konsul, mislnya harus pergi berperang atau tidak. Majelis juga memilih konsul, prefek, dan senator. Namun Majelis sudah diatur sedemikian rupa sehingga orang kaya bisa lebih bnyak memilih daripada orang miskin. Baik prefek, Tribunus, atau Majelis hanya boleh diisi oleh laki-laki.
          Setelah Romawi menaklukan berbagai daerah yang jauh dari kota Romawi, mereka pun menerapkan sistem provinsi. Setiap provinsi dipimpin oleh gubernur. Gubernur memegang kendali atas pasukan di provinsinya. Gubernur biasanya berasal dari kalangan jenderal. Menjelang tahun 50 SM, yakni masanya Julius Caesar(meminpin di tahun 49 SM dan mati di tikam setelah lima tahun kemudian)(Ame :2003 :22) jendral-jenderal ini mulai mengambil alih pemerintahan dan mengabaikan senat serta konsul. Mereka bisa melakukannya karena memiliki pasukan. Augustus, pada 31 SM. Adalah salah satu jenderal ini, dia berhasil mendirikan suatu sistem baru, lembaga senat dan jabatan konsul tetap disteruskan, namun Augustus menjadikan dirinya memiliki kekuasaan tertinggi sehingga Augustus bisa memveto keputusan senat yang tidak dia sukai. Augustus juga memegang kendali atas pasukan sehingga dia bisa menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya. Sistem ini.
3.       Periode Kekaisaran (31 SM-476 M) yaitu Zaman Berkuasanya monarki (Moniarti :2002 :37-38)
           Yaitu Romawi dipimpin oleh kaisar namun senat dan konsul tetap ada, terus berjalan selama 1500 tahun. Pengumpulan harta kekayaan oleh sejumlah kecil orang melalui komando atas provinsi merupakan suatu faktor penting dalam peralihan Romawi dari republik menjadi kekaisaran autokrasi (Nicolet :- :115). Kekuasaan Kaisar (atas imperiumnya), paling tidak secara teori, adalah berdasarkan kekuasaannya sebagai Tribunus (potestas tribunicia). Kekaisaran romawi juga merupakan periode pasca-Republik peradaban Romawi kuno, ditandai dengan bentuk pemerintahan otokrasi dan wilayah kekuasaan yang lebih luas di Eropa dan sekitar Mediterania.
Pada akhir dari kekaisaran bangsa  Romawi dibagi menjadi dua bagian pada masa Theodosius yaitu Romawi barat dan Romawi timur. Negeri Romawi barat dengan ibu kota yang jatuh di tangan Honorius (Wirjosuparto :1956 :116). Dan runtuh yang di akibatkan oleh korup, lemahnya militer  dan serangan dari perbatasan terutama inggris utara, jerman utara dan daerah yang dekat dengan laut hitam (Peny :2008 : 43) Sedangkan Romawi bagian timur dengan ibu kota Konstantinopel yang diberikan kepada putra sulung Arcadius (Wirjosuparto :1956 :116). Romawi Timur terus berlanjut hingga Abad Pertengahan sebagai Kekaisaran Bizantium, yang pada akhirnya runtuh pada tahun 1453 dengan meninggalnya Konstantinus XI dan penaklukan Konstantinopel oleh Turki Utsmaniyah yang dipimpin oleh Mehmed II (Asimov : 1989: 198).
 
 
 
C.     SISTEM MASYARAKAT ROMAWI
1.      Kebudayaan masyarakat Romawi
            Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan Romawi sendiri.
Pada masa Octavianus, orang-orang Romawi melihat sesuatu dari sudut kegunaannya. Pandangan hidup bangsa Romawi ini memberikan warna pada kehidupan agama. Tepatlah apa yang diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya. Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang Romawi.
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek.
Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.
Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Pada hekakatnya budaya ini bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan. Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.
Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan. Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan diatas, juga terdapat banguan kuil untuk persemayam dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan menjadi luas.
Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal adalah jalan Via Apia. Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.
Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.
Orang-orang Romawi dalam membuat patung memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa Yunani. Dalam membuat patung, orang-orang Romawi selalu mematungkan tokoh-tokoh penguasa, tokoh-tokoh politik, dan cendikiawan. Banyak sekali tokoh penguasa, tokoh politik dan cendikiawan yang dijadikan sebagai latar dalam membuat patung seperti wajah tokoh Julius Caesar, Agustus, Tuchidides, Demostenes, Caracalla, dan lainnya. Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata uang logam.
Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani. Dengan demikian melukis Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh basar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.
Bangsa Romawi yang senang membuat bangunan monumental menyebabkan bangsa ini kaya dengan hasil-hasil bangunan berupa monumen dan kuil. Monumen yang dibuat oleh bangsa romawi berupa pintu gerbang kemenangan atau tiang kemenangan. Bangunan monumen ini digunaakn untuk memperingati suatu peristiwa sejarah. Pada banguan monumen itu diberi relief yang menggambarkan peristiwa kemenangan. Peninggalan seni monumen ini terdapat di Roma dan dibeberapa daerah jajahan Romawi.
Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran tidak mengendurkan semangat dan perkembangan budaya orang-orang Roma untuk mendirikan bangunan berupa bangunan monumental. Hanya saja, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya elbih cenderung mejadi seni kuna yang berkiblat pada Yunani.
 
2.      Kekeluargaan masyarakat Romawi
                Dalam keluarga laki-laki tertua dalam keluarga merupakan pemimpin yang memegang otoritas hukum keluarga dalam hal ini ayahlah yang menjadi pemimpin keluarga yang berhak mengatur semua keperluan keluarga termasuk dalam menikahkan anak-anaknya serta yang berkewajiban dalam mengikuti perang (Bentley :2005 :274). Dalam sistem kekeluargaan khusuya pada kalangan elit, pergaulan antara laki-laki dan perempuan lebih banyak dibatasi, hal ini karena adanya kekhawatiran para orangtua apabila anaknya jatuh cinta kepada masyarakat kelas bawah yang akan membuat jeleknya silsilah keturuna bangsawan. Sedangkan pada kalangan kelas bawah pergaulan mereka lebih bebas.
                Walaupun pimpinan keluarga berada di tangan anggota laki-laki yang tertua, namun tidak selamanya dilakukan oleh laki-laki semua terkadang dalam menjalahi kehidupan sehari-hari tidak sedikit wanita masyarakat Romawi ikut andil dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan terkadang kaum wanita cenderung sangat berpengaruh dalam rumah tangga dan sosial contohnya mereka dapat membantu ketika acara pernikahan, yaitu dengan menghias dan menyiapkan hidangan kemudian dalam kekeluargaan juga, khususnya perempuan ibu rumah tangga ikut mengawasi keuangan keluarga (Bentley :2005 :275).
 
D.    SISTEM PEREKONOMIAN
Pengaruh dari laju perluasan wilayah dan pembebanan hukum adanya pemungutan pajak kepada daerah-daerah yang telah ditaklukan membawa pada kemajuan ekonomi dan perubahan sosial yang menyeluruh dalam peradaban laut tengah (Mideterrania), Jalan yang baik dan prestasi perdagangan yang membanggakan di beberapa wilayah (Bentley :2005 :277) sehingga sangat menguntungkan bagi para pedagang dan membuat perdagangan mengalami kemajuan pesat dalam memperkuat perekonomian bangsa romawi.
Pada dua abad pertamanya, Kekaisaran Romawi mengalami kestabilan dan kemakmuran, sehingga periode tersebut dikenal sebagai Pax Romana ("Kedamaian Romawi"). Romawi ini mencapai wilayah terluasnya di bawah kaisar Trajanus: pada masa pemerintahannya (98 sampai 117 M) Kekaisaran Romawi menguasai kira-kira 6.5 juta km2 (Parker :2010 :2) permukaan tanah. Pada akhir abad ke-3 M, Romawi menderita krisis yang mengancam keberlangsungannya, namun berhasil disatukan kembali dan distabilkan oleh kaisat Aurelianus dan Diokletianus. Umat Kristen bangkit berkuasa pada abad ke-4 ketika pemerintahan ganda dikembangkan di Barat Latin dan Timur Yunani.
   Seperti pada masyarakat  klasik lainya. Pengalaman Peradaban Romawi dalam perkembangan perekonomian dan perubahan sosial sebagai negara yang berkembang sehingga membawa pada wilayah baru ke dalam jaringan komunikasi perdagangan. Produksi pertanian, fondasi ekonomi kerajaan Romawi, juga menjalani transformasi dengan perluasan wilayah dan pertumbuhan perdagangan. Malah panen tanaman apa digunakan langsung oleh masyarakat lokal para pemilik Latifundia berkonsentrasi pada produksi dan ekspor(Bentley :2005 :272).
Pertanian merupakan sektor yang berperan penting dalam spesialisasi perekonomian dan integrasi kerajaan, karena memungkinkan untuk mengimpor biji-bijian dengan harga yang menguntungkan dari tanah yang memiliki rutinitas produksi pertanian yang bersekala luas (Bentley :2005 :273), sehingga memiliki kelebihan hasil pertanian yang mengakibatkan harga jual menjadi murah ketika dijual pada penduduk Romawi. Pada wilayah lain ada yang mengkonsentrasikan pada pengolahan buah-buahan, sayur-sayuran atau pada produksi komoditas yang menghasilkan barang dagang yang lainya.
Dengan kekuatan militer laut yang kuat memungkinkan wilayah laut awan dari anggun perompak, sehingga wilayah laut lebih banyak diminati untuk dijadikan akses perdagangan, selain dianggap jalur laut juga dianggap paling cepat sehingga sektor laut memudahkan masyarakat untuk berdagang. 
                  Meningkatnya kekayaan Romawi semenjak mulai majunya peradaban Romawi merupakan konsekuensi yang penting yang mengakibatkan adanya kelas-kelas sosial baru seperti saudagar, pemilik tanah dan kontraktor (Bentley :2005 :275). Kekayaan ekonomi juga sangat berpengaruh dalam sektor militer yaitu dapat memenuhi segala yang dibutuhkan dan adanya peningkatan gaji yang dapat mendorong kesungguhan para pejuang untuk berlatih.
 
E.     SISTEM PENDIDIKAN
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno. Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, ahli dalam bidang obat-obatan, anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus dan berpendapat materi itu terdiri dari atom.
Masyarakat yang pekerjaanya sebagai petani, mereka hanya bisa mendidik anaknya dengan  pendidikan perang dan bertani bagi anak laki-laki dan pendidikan persiapan untuk menjadi ibu rumah tangga bagi perempuan. Namun bagi para bangsawan ataupun orang-orang kaya, mereka mendidik anak-anaknya di sebuah lembaga pendidikan dengan mendapatkan pendidikan ilmu pasti dan bahasa  di mulai pada usia enam tahun dan selesai pada usia sebelas tahun. Bagi para anak laki-laki mereka lebih banyak melanjutkannya utnuk mempelajari sastra Yunani dan sastra Romawi (Benduhn :2007 :13).
Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan tentang hukum, bahasa, pengetahuan obat-obatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga lahirlah istilah “mensana in corporesano”. Dalam pendidikan bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia sekarang. Mereka telah menggunakan radas kedokteran.
Adam pendidikan para pengajar memasukan ilmu filsafat sebagai bahan ajar anak-anak Romawi yaitu mengajarkan filsafat Yunani, dan model filsafat yang dipakai juga lebih banyak menggunakan filsafat Plato, dan ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap para pelajar Romawi.
Pengetahuan filsafat Yunani, ajaran Plato yang erat hubunganya dengan sifat kerohanian juga berganti di roma. Karena orang tidak percaya lagi pada kecerdasan otak, seperti yang diajarkan Plato, kebenaran yang sesungguhnya tidak ada ; sebab segala pengetahuan didasarkan atas penyelidikan dengan pancar indera tidak dapat dipercayai, karena Inca indera sendiri tidak sempurna. Maka dari sebab itu, segala kejadian tidak dapat ditentukan dengan pasti, melainkan dengan perkataan : kira-kira (Wirjosuparto :1956 :114).
 
F.      SISTEM KEPERCAYAAN
1.      Kepercayaan politeisme
Bangsa Romawi memiliki banyak dewa, hal ini dosebabkkan setiap kali mereka menaklukan wilayah maka dalam wilayah itu mereka menambahkan dewa baru untuk tanah itu yang mereka anggap sebagai penjaga wilayah itu (Benduhn :2007 :11). Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi (Hegel :2005 :405).
            Mitologi Romawi adalah kumpulan legenda Romawi tentang dewa-dewi Romawi yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Mitologi ini memiliki persamaan dengan mitologi Yunani, terutama mengenai mitologi tentang para dewa yang menjaga alam semesta seperti :
a.       Hercules
     Hercules adalah tokoh dalam mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Herakles.
b.      Pluto
          Dalam mitologi Romawi, Pluto adalah dewa dunia bawah. Dalam mitologi Yunani dia disebut Hades.
c.       Yupiter
          Dalam mitologi Romawi, Jupiter atau Jove adalah raja para dewa, dan dewa langit dan petir. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Zeus. Ia dipanggil Iuppiter (atau Diespiter) Optimus Maximus ( “Dewa Terbaik dan Terbesar”).
d.      Venus
Venus adalah salah satu yang terkenal dalam sejarah mitologi Romawi. Dewi ini diasosiasikan dengan cinta dan kecantikan, identik dengan Aphrodite dan Etruscan deity Turan dari mitologi Yunani.
e.       Mars
          Dalam mitologi Romawi adalah dewa perang, putra dari Juno dan Jupiter,suami Bellona, dan kekasih Venus. Dia adalah dewa militer yang utama dan disembah oleh legiun Romawi. Dalam mitologi Yunani, Mars dikenal dengan nama Hermes.
f.       Neptunus
Neptunus (bahasa Latin: Neptūnus) adalah dewa air dan laut pada mitologi Romawi, saudara kandung Yupiter dan Pluto. Ia serupa, tetapi tidak sama dengan dewa Poseidon dari Mitologi Yunani (Benduhn :2007 :11).
Dan juga beberapa kepercayaan mengenai roh-roh yang dianggap sebagai dewa seperti: 
a.       Vesta yaitu roh pengurus api tungku.
b.      Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga.
c.       Penates yaitu roh penjaga lumbung 
2.      Kepercayaan agama Mithras
Agama Mitrhas merupakan salah satu agama yang dianut oleh orang-orang Persia. Agama ini merupakan agama yang menggap bahwa matahari adalah dewa terbesar.
Agama ini masuk ke Romawi di bawa oleh orang yang bernama Ardasyir dari keluarga Sasanid yang berhasil megalahkan bangsa Parthawa di Ketsiphon, maka dengan itu berdirilah kerajaan Persia baru di Ketsphon, sehingga secara otomatis agama Mithras-pun berkembang di wilayah itu. Agama Mithras juga merupakan agama yang memberikan kekuasaan terhadap pendetanya.
Agama ini berkembang cukup cepat, hal ini disebabkan karena banyak tentara Romawi yang berasal dari tentara Persia yang memeluk agama Mithras sehingga bertambah kuatlah kedudukanya. Orang-orang yang memeluk agama ini meyakini bahwa dengan jalan upacara rahasia, jiwa mereka apabila telah meninggal akan dapat berkumpul bersama Tuhan(Wirjosuparto :1956 :115).
3.      Kepercayaan agama Nasrani
Pada awalnya agama pemerintah Romawi melarang orang-orang yang memeluk agama Nasrani. Para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen Karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah: 
a.       Bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme, 
b.      Menolak pendewaan kaisar,
c.       Menolak perbudakan,
d.      Menolak wajib militer dan berperang. 
Salah satu penindasan yang dilakukan oleh para kaisar ialah pada masa Kaisar Nero berkuasa, Ia tega membunuh ibunya sendiri, istrinya juga gurunya dan membakar kota Roma serta menuduh bahwa orang kristenlah yang melakukan perbuatan itu sebagai alasan untuk menganiaya mereka (Moniarti :2002 :39).
Namun ketika masa pemerintahan Constantius, agama kristen mulai diakui oleh pemerintah Romawi.
Raja Constantiantius, yang memberi kemerdekaan kepada orang Nasrani; Adam perjanjian Milan ia memindahkan pusat kerajaan Romawi dari roma ke Byzantium yang sejak itu disebut Konstantinopel, ketika akan meninggal constantiantiu dibaptis menjadi Nasrani  (Wirjosuparto :1956 :115-116).
Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama yang baru ini mulai berkembang bahkan sampai di Roma sebagai pusat pemerintahan. Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas). 
Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah dikenal sebagai gereja Santo Petrus. 
Sebelum orang Nasrani mempunyai kemerdekaan agama. Penghidupanya bersifat komunis. Bila uang kekayaan dibagi rata, masing-masing orang akan sama dan kemakmuaran akan dapat dicapai di dunia. Namun ketika agama mereka sudah diakui oleh pemerintah Romawi, kehidupan  komunis-pun  ditinggalkan dan membantu pemerintahan Romawi untuk mendapatkan banyak uang sehingga dapat memuaskan kehidupan pribadi mereka (Wirjosuparto :1956 :116).
 
G.    PENINGGALAN KEBUDAYAAN
1.       Seni Bangunan
Bangsa Romawi memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan-mereka telah menemukan sistem beton sehingga bangunan-bangunan mereka bertahan beberapa abad dan dapat ditemukan bekas-bekasnya sekarang. Peninggalan bangunan-bangunan Romawi itu antara lain:
a.      puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma.
b.      Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi.
c.       Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m.
d.      Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang dapat menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan. 
Masyarakat Romawi umumnya menyenangi hiburan. Pertunjukan yang diadakan di Collosium antara lain Chairot yaitu kereta perang yang ditarik oleh beberapa ekor kuda. Gladiator yaitu perkelahian antara manusia dengan manusia atau manusia dengan binatang buas, ini terjadi pada tahun 75 M. (Penny :2008 :41) seperti pada :
a.       Circus Maximus untuk pertunjukan hiburan sirkus.
b.      Forum Romanum yaitu gedung pemerintahan.
c.       Cloaca Maxima adalah saluran pengairan untuk menyalurkan kelebihan air hujan yang hingga sekarang terpelihara dengan baik.
d.      Aquaduk yaitu bangunan saluran air bersih. Bangunan fisik yang dibangun oleh Romawi memiliki multi fungsi contoh: jalan raya di atas untuk mempercepat gerakan tentara dari pusat ke daerah sedangkan di bawahnya untuk keperluan irigasi. Salah satu jalan raya yang kuat yaitu Via Apia yang masih terpelihara hingga sekarang.
Salin dari itu bangsa Romawi juga membuat jalan raya yang dulunya merupakan jalan pedesaan yang kecil, contohnya yang ada di Foss Way, East anglia, London ke Chester dan yang lain-lainya (Sutrisno :2002 :5-6 ).
 
2.      Seni Sastra
Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi mendapat pengaruh yang kuat dari Yunani namun berangsur-angsur karya mereka menampakkan ciri khas Romawi.  Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga Romawi kuno. Antara lain:
a.       Horatius dengan karyanya berjudul Oda
b.      Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus
c.       Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom dan beberapa Lucretius lain diantaranya adalah :
1)      Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses.
2)      Cicero yang ahli pidato corator dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”.
3)      Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin.
4)      Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero.
 
3.      Ilmu Pengetahuan
            Pada masa peradaban bangsa Romawi telah ditemukan berbagai alat bantu kedokteran seperti Radas kedokteran. Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200 perkakas kedokteran untuk memeriksa bagian dalam ibu yang mengandung. Radas yang disebut spekulum ini menyerupai radas yang digunakan zaman sekarang.
           Pada Zama Romawi juga sudah di kenal katrol yang di gunakan sebagai alat untuk menaikkan air yang di gunakan untuk keperluan irigasi, yang menggunakan kombinasi 16 Roda air di dekat Aries, di daerah dekat Prancis (Sutrisno :2002 :5)
 
Selain itu para dokter Romawi  pada masa itu telah berhasil melakukan operasi gondok, amandel, dan batu ginjal. Para dokter berhasil menolong kelahiran seorang bayi yang tidak dapat dilahirkan secara normal yang disebut operasi caesar (disebut demikian karena pertama kali untuk melahirkan Yulius Caesar). Dengan banyaknya penemuan-penemuan di bidang kedokteran khususnya, hal ini banyak dibuktikan dengan banyaknya istilah-istilah kedokteran sekarang yang menggunakan bahasa Latin.
4.      Pemerintahan, Militer dan Hukum
Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi sebagai berikut :
a.       pemerintahan sentralisasi, berpusat pada kaisar.
b.      pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat.
c.       komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh sarana dan prasarana yang baik.
d.      Hirarki dimulai di imperium-pretectur-dioceses-propinsi untuk mempertahankan kekuasaan atas wilayah yang sangat luas ditempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak ditiru oleh bangsa-bangsa modern yang melakukan penjajahan contohnya Belanda di Indonesia.
e.       Bangsa Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya. Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot yang Anda kenal di Indonesia. 
f.       Di bidang hukum bangsa Romawi memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah dikembangkan pada hukum Romawi kuno. Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5 SM sampai lahirnya kitab hukum masa kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi sejak jaman Theodosius. Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli hukum. Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.
BAB III
PENUTUP
 
 KESIMPULAN
Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma yang didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Romawi terletak di Semenanjung Alpenina (sekarang Italia). Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai lahan pertanian.
Peradaban Romawi terletak di negara Italia yang beribu kota di Roma. Menurut kepercayaan. Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat animism, kemudian berkembang menjadi kepercayaan politheisme dan menjadi agama Kristen.
Sistem perekonomian Romawi sangat mengutamakan pada sektor pertanian dan perdagangan, karena merupakan sektor yang paling menguntungkan dengan memanfaatkan wilayah yang sangat luas sehingga memudahkan para pedagang untuk melakukan perdagangan dengan jaringan perdagangan yang sangat luas.
Pada dua abad pertama kekaisaran Romawi mengalami kemajuan ekonomi yang sangat pesat sehingga tingkat kemakmuranpun sangat tinggi. Periode ini dikenal sebagai periode Pax Romana.
Masyarakat Romawi mendidik anak mereka sesuai dengan kemampuan di bidang finansial mereka. Bagi masyarakat elit mereka memasukan anaknya ke lembaga pendidikan pada usia enam sampai sebelas tahun.
Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan Romawi sendiri
Seni yang berkembang pada masyarakat Romawi merupakan percampuran dua corak kesenian yaitu seni Romawi dan Yunani, hal ini disebabkan karena adanya para bangsawan yang banyak memanggil para seniman Yunani untuk berkarya di tempatnya baik untuk keperluan bangsawan itu sendiri maupun untuk keperluan pendidikan.
Dalam sistem kebudayaan masyarakat, keluarga merupakan sub sosial yang terkecil, dalam keluarga dipimpin oleh anggota laki-laki tertua dalam hal ini adalah ayah. Seorang bapak keluarga  berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan yang menentukan pernikahan anaknya.
Peninggalan kebudayaan Romawi antara lain bangunan-bangunan Romawi seperti,  uluhan kuil yang bertebaran di kota Roma, Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi, Limes, Amphiteater dan Colloseum. Kemudian dalam ilmu pengetahuan masyarakat Romawi telah banyak ditemukan teknologi sebagai alat bantu dalam keperluan kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Anne Marshal,. 2003. Era Bangsa-bangsa di dunia. -: Pakar Raya
Asimov, Isaac. Asimo’v Chronology of The World Harper Collins
Beduhn, Tea. 2007. Life long ago Ancient Rome. Pleasantville : Early Learning Library
Bentley, Jerry H. 2005. Tradition and Encounters. Cetakan ke III California : Mc Graw Hill
Clifford, Ando,. (2010). The Administration of the Provinces, dalam A Companion to the Roman Empire. Blackwell
Eddy, Sutrisno dkk. 2002. Buku pintar kisah penemuan sepanjang zaman. Jakarta : Transfortasi Inovasi
Graham, Bateman. 2002. library of congress cataloging in publication data. Hongkong: Andromeda oxfort limited
Hegel,G.W.F.2005.Filsafat sejarah. Yogyakarta: Pustaka pelajar
Moniarti Rika.2002. sejarah peradaban kuno. Bandung : Mitra sarana
Nicolet, Claude. (1991). Space, Geography, and Politics in the Early Roman Empire. Michigan: University of Michigan Press, terjemahan dari edisi asli berbahasa Prancis 1988
Parker, Philip. 2010. The Empire stop here. Liverpool : Pimilco
Penny ,Clarke. 2008. Dunia sejarah singkat. Yogyakarta: Golden Books
Wirjosuparto,R.M Sutjipto. 1956. Buku pelajaran Sedjarah dunia Jakarta cetakan III Jakarta : Balai pustaka
 

1 komentar:

  1. Slot machine rules for casinos and gambling
    Slot machine is a popular 남원 출장마사지 game that is very popular nowadays among gambling 광명 출장마사지 lovers, 용인 출장샵 slot machine, slot machine, video poker machines and more.May 18, 2019 · 문경 출장마사지 Uploaded by DATAKI A.R. 서귀포 출장샵 (Nov 1, 2021)

    BalasHapus