Jumat, 29 November 2013

CONTOH AKULTURASI BUDAYA JAWA DENGAN ISLAM

          Berikut makalah hasil observasi dan wawancara saya dengan masyarakat dan tokoh masyarakat cirebon  mengenai beberapa ritual budaya islam di tanah jawa khususnya di daerah cirebon beserta analisa saya mengenai akulturasi budayanya
semoga laporan ini manfaat bagi semua pembaca


RITUAL SEDEKAH MAKAM

            Bagi masyarakat desa Karangsari kecamtan Weru kabupaten Cirebon merupakan hal yang biasa dan rutin dalam melakukan sedekah makam. Kegiatan ini dilakukan setiap satu tahun sekali yaitu biasanya setiapkali masa panen pada tiap daerah masing-masing. Menurut bapak Sumarto dan Kadnali Sedekah makam merupakan rangkaian kata dari sedekah yang berarti memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tujuan ibadah, dan kata makam bagi masyarakat jawa, khususnya pada masyarakat desa Karangsari kata makam adalah nama lain dari kata kuburan, yaitu tempat dimana manusia disemayamkan ketika meinggal dunia. Sehingga arti kata sedekah makam adalah sedekah yang pahalanya diperuntukan kepada orang-orang yang telah meninggal yang disemayamkan ditempat pemakaman daerah masing-masing. Ini merupakan bentuk lain dari kepedulian orang yang hidup terhadap pahala orang yang telah meninggal dunia, dimana biasanya orang-orang yang hidup mendoakan mereka yang sudah meninggal melalui pembacaan alfatihah untuk si mayit atau tahlilan dan yang lainya, sehingga menjadi bekal mereka orang-orang yang telah meninggal di alam akhirat.

 

            Menurut mantan penghulu desa karangsari yang juga sebgai salah satu tokoh masyarakat desa Krangsari menuturkan bahwa pada awalnya adat sedekah makam ini dilakukan adalah sebagai bentuk syukur para petani yang telah memanen sawahnya pada masa panen pertama dalam satu tahun, sehingga pada saat itu pun namanya bukan sedekah makam tetapi sedekah bumi. Hal ini merupakan kebiasaan orang-orang pada masa pra-Islam di Indonesia, atau masa Hindu-Budha yang selalu mengadakan sedekah bumi yang dilakukan setelah para petani memanen hasil tanaman mereka yang hasil panenya tidak hanya dari sector tanaman padi tapi juga semua hasil tanaman.

Namun seiring perkembangan zaman ketika Islam masuk ke Indonesia bukan hanya masyarakat petani saja yang ingin bersedekah namun juga masyarakat non-petanai pun ikut serta bersedekah. Hal ini mungkin disebabkan oleh ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk selalu beramal soleh sedangkan salah satu amal soleh yang paling di anjurkan adalah bersedekah. Sehingga dari sini nama sedekah bumi lebih dikenal dengan sedekah makam karena kegiatanyapun dilakukan di dekat kuburan, hal ini juga salah variasi yang diterpakan  oleh ajaran Islam, sebagaimana yang dituturkan oleh bapak kadnali yang mengtakan itu sebagai penghormatan mereka kepada orang-orang yang telah meninggal walaupun sebenarnya dilakukan ditempat lainpun tidak jadi masalah.

Pada versi lain yang bersumber dari salah satu tokoh lain yang bernama bapak Syahroni mengatakan bahwa sedekah makaman pada awalnya adalah kegiatan untuk memperingati satu bertambahnya umur pemakan itu. Atau dengan nama lain khaul makam, hari peringatan diisi dengan melakukan acara doa bersama untuk orang-orang yang dimakamkan di tempat itu yang kemudian membagikan sedekah berupa makanan dari orang yang memiliki anggota keluarga yang dikuburkan di tempat itu sebagai rasa terimakasih mereka kepada orang-orang yang ikut serta mendoakanya yang juga menurut kepercayaan bahwa pahala dari sedekah tersebut akan sampai pula pada anggota keluargnya yang disemayamkan di tanah itu.

Hal semacam ini memang tidak ada pada masa Rasul, namun menurut bapak Kadnali juga mengatakan bahwa ini bukan lah amalan yang sesat atau biasa orang mengatakan amalan bid’ah yang dilarang. Sebagaimana yang diyakininya dari apa yang ia pelajari dari ajaran sebelumnya bahwa menrutnya bid’ah itu ada tiga macam yaitu bid’ah khasanah(baik), bid’ah mubah(boleh), dan bid’ah dhalalah(sesat). Sedekah makam merupakan bid’ah yang khasanah yaitu bid’ah yang baik dan itu boleh dilakukan bahkan dianjurkan untuk melakukanya. Apalagi kegiatan ini sesuai dengan hadis nabi yang mengatakan “ sayangilah orang orang yang telah meninggal di antara kamu dengan Al-Quran atau dengan sedekah atau dengan do’a ” sehingga berdasarkan hadis itu maka sedekah makam merupakan hal yang sangat dianjurkan. Meski begitu beliau juga mengakui adanya hadis yang mengatkan bahwa “ setiap perbuatan bid’ah adalah sesat” namun hdis itu beliau manfsirkan bahwa yang dimaksud bid’ah disitu adalah bid’ah yang dhalalah yaitu perbuatan yang tidak ada pada masa Rasul dan dapat merusak moral, norma, dan agama seperti diskotik, bar, dan kasino dan lain sebagainya.

Kegiatan sedekah makam ini biasanya dilakukan pada hari jum’at tepatnya pda malam juma’at, karena dalam kalender jawa dan Islam pergantian hari ada pada pergantian antra sore dan malam, sehingga malam jum’at termasuk kedalam hari jum’at. Sebenarnya sedekah makam dapat dilakukan pada hari apapun, namun hari Jum’at dipilih karena sesuai dengan sabda Nabi yang mengatakan bahwa “ sebaik-baiknya hari adalah hari Jum’at”. Sedangkan waktu malam adalah waktu yang dipilih karena pada waktu tersebut orang-orang sedang berada di rumah selesai dari aktivitas keseharianya sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan perkumpulan. Selain daripada itu menurut mereka bahwa pada waktu malam merupakan waktu yang baik untuk berdoa sebagaiman Allah menganjurkan kita untuk melakukan solat malam, berdzikir, dan berdoa pada waktu malam hari.

Namun pemilihan hari akan lebih baik jika dilakukan pada hari Jum’at kliwon. Karena pada hari kliwon menurut hitungan kejawen hari kliwon merupakan hari dimana orang-orang akan banyak yang berada di rumah sehingga akan lebih mudah mengumpulkan orang-orang untuk melakukan kegiatan sedekah makaman, hari jum’at kliwon juga merupakan hari yag sakral bagi masyarakat jawa sehingga banyak yang menggunakan hari tersebut untuk acara-acara yang lain yang kebanyakan mangandung nilai mistis. Menurut Kadnali hari jum’at kliwon mempunyai sifat hari yang sangat baik dalam primbon jawa yaitu sifat Sri, Lunggu, Dunya. Sri yang berarti pangan yang berlimpah, Lunggu yang berarti kejayaan, Dunya yang berarti kehidupan dunia yang melimpah.

Adapun isi dari kegiatan sedekah makam itu sendiri ialah :

1.      Melakukan Tipar bersama

Tipar adalah melakukan kebersihan di area pemakaman. Sebenarnya area pemakaman sudah cukup rapi pada setiap waktunya oleh petugas kebersihan area pemakaman, namun kegiatan ini tetap dilakukan walau hanya sekedarnya saja. Karena ini merupakan suatu bentuk penghoramatan terhadap penguni area ini, lagipula hal ini juga merupakan hal yang positif area makam manjadi lebih bersih.

2.      Tahlil

Acara ini merupakan acara inti dari dari kegiatan sedekah makaman, karena di dalam tahlil, terdapat kalimat dzikir, Al-Quran dan Do’a. Sesuai dengan hadis sebelumnya yang mengataka “ sayangilah orang-orang yang talah meninggla diantara kamu dengan pembacaan Al-Quran atau dengan bersedekah atau dengan berdo’a”.

 

3.       Sedekah

Sedekah ini berupa makanan yang dibagikan kepada masyarakat yang datang ikut serta melakukan acara tahlilan. Biasanya makanan ini berupa nasi dan lauk pauknya yang dibawa dengan wadahnya yang orang cirebon menyebutnya dengan tenong, yaitu wadah yang terbuat dari bambu dan berbentuk silindris disertai dengan penutupnya, dibawa dengan cara dipanggul seperti penjual yang membawa daganganya dengan cara dipanggul dengan tenong dibelakang dan bakul didepan. Cara membawa makanan seperti ini sudah ada sejak zaman dahulu, walaupun sekarang ini sudah memasuki zaman modern tetapi cara seperti itu masih tetap dilestarikan melalui kegiatan ini. Selain itu pada bagian nasi biasanya  disajikan dalam bentuk tumpeng yaitu dengan bentuk bangun kerucut. Menurut Syahroni bentuk ini memiliki arti tersendiri dengan bentuk mengerucut ke atas bapak Syahroni menuturkan bahwa hal ini untuk menandakan bahwa disaat kita makanpun maka harus selalu ingat dengan yang maha kuasa yang berada di atas ‘Arsy.

      Makanan-makanan yang diberikan selain dari sebagai bentuk sedekah keluarga pemilik kuburan di tempat itu juga sebagai rasa terimakasih kepada masyarakat yang datang dan ikut mendo’akan tidk hanya itu pada periode sebelumnya sedekah berupa makanan tidak hanya pada malam itu tetapi juga pada pagi hari pada saat orang-orang hendak sarapan pagi sehingga pada pagi harinya banyak para anak-anak dan ibu-ibu berbondong-bondong datang dengan membawa wadah makanan masing-masing dan pada waktu hanya ada pembagian sedekh nasi dan lauknya saja.

      Namun sekarang ini sudah ada tanda-tanda yang menunjukan berbuatan peninggalan budaya, diantaranya ada beberapa orang yang mebawa makanan tidak sesuai dengan adat yang biasanya, yaitu hanya menggunakan cara yang praktis, selain itu juga pembagian sedekah pada waktu pagi hari baru-baru ini sudah tidak dipakai lagi.

Akulturasi budaya luar Islam pada prosesi sedekah makaman

            Sedekah makam merupakan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Islam untuk mempererat hubungan baik antar manusia dengan Tuhanya maupun manusia dengan manusia. Namun Dalam prosesi kegiatan sedekah makam tidaklah lepas dari pengaruh kebudayaan lain dalam pelaksanaanya sebagai kebudayaan yang bernuansa Islam. Dalam acara tersebut terdapat percampuran kebiasaan budaya-budaya luar dalam beberapa proses diantaranya adalah

a.      Prosesi Tipar dan lokasi sedekah mkam

Dalam pemilihan lokasi sedekah pemakaman yang dipilih di dekat pemakaman dengan tujuan menghormati orang yang dikubur dipemakaman tersebut yaitu berdoa disampingnya agar pamakaman ramai dengan suara-suara dzikir dan doa serta lantunan ayat Al-Quran. Hal ini merupkan suatu keyakinan bagi masyarakat bahwa roh-roh orang telah meninggal masih ada didunia dan masih bperlu adanya hubungan dengan orang-orang yang masih hidup dan penghormatan terhadap roh-roh tersebut, kebiasaan seperti ini sesuai dengan keyakinan masyarakat terdahulu sebelum datangnya Islam yang sangat memuliakan roh-roh manusia yang telah meninggal lebih jauh lagi kebiasaan ini sama dengan kebiasaan orang-orang terdhulu yang berkeyakinan animisme. Dalam ajaran Islam roh-roh orang yang telah meninggal dunia tidak berada didunia tetapi secara langsung pindah ke alam Barzah atau alam kubur untuk menghadapi malaikat Munkar dan Nakir dan tempat istirahat menunggu hari pembalasan datang.

b.      Pemilihan hari serta menyipati hari

Pemilihan hari yang baik yang jatuh pada malam jum’at kliwon adalah pemilihan yang dilakukan dengan menggunakan penghitungan kejawen merupakan suatu cara yang digunakan orang-orang jawa yang menganut ajaran atau keyakinan kejawen sedangkan perhitungan serta penyifatan hari tidak ada dalam tradisi Islam. Adanya hal ini merupakan sebagai bentuk efek dari sisa-sisa keyakinan kejawen yang memang sudah ada sudah ada sebelum berkembangnya Islam ke Indonesia.

c.       Anggapan sedekah keluarga yang hidup dapat meringankan dosa orang yang meninggal

Anggapan ini merupakan juga sisa-sisa dari keyakinan Hindhu-Budha yang melekat pada masyarakat sebelum adanya Islam yang berkeyakinan bahwa ketika ada naggota keluarga meninggal ataupun orang dekat kemudian mengadakan ritual dengan mengatasnamakan orang yang meinggal maka hal ini dapat meringankan beban dosa orang yang meninggal.

d.      Pemberian sedekah berupa nasi yang dibentuk tumpeng

Dalam bentuk nasi yang berbentuk kerucut merupakan salah satu adat kebiasaan yang sama dengan Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura. Yang memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

 

TANGGAL OBSERVASI    : 3 JUNI 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar